29 October 2009

MERAIH KESUKSESAN DENGAN KESABARAN

Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.

Dalam hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu. Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupanya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di manapun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meski telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai sukses.

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apapun yang tidak diraih oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.

Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.

• Mau mengambil risiko
Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
• Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia
Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
• Menikmati apa yang sedang mereka lakukan
Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.
• Menjadi pelajar seumur hidup
Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
• Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan
Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
• Memotivasi diri sendiri
Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
• Tidak bekerja setengah-setengah
Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda.
-----------
Arda Dinata, adalah praktisi kesehatan, pengusaha inspirasi, pembicara, trainer, dan motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
E-mail: arda.dinata@gmail.com
Hp. 081.320.476048.
http://www.miqra.blogspot.com
Disadur dari : http://www.motivasi-islami.com

Labels: ,

Baca Selengkapnya ...

24 October 2009

DIBALIK FENOMENA FACEBOOK

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?” Kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” Lupa kalau si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’Langsung berpuluh2 komen datang

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih”

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab.

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha

“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....

Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka Abdurahman bin Auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).



Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas. http://www.facebook.com/group.php?gid=88154308162

Labels:

Baca Selengkapnya ...

19 September 2008

MEREKA MENINGGAL DEMI UANG Rp. 30.000

Inna lillahi wa'inna ilaihi rojiun..

Jenazah usai diotopsi di RSUD dr Soedarsono, Pasuruan.
Demi uang sebesar Rp. 30.000, ribuan orang di di Jl. Wahidin Pasuruan rela berdesak-desakkan dan mengakibatkan 21 orang tewas. Peristiwa tragis itu terjadi saat pembagian zakat yang dimulai pada pukul 10.00 WIB. Ribuan warga miskin yang datang dari berbagai pelosok desa di sekitar kota dan Kabupaten Pasuruan itu berebut saling berdesakan guna mendapatkan zakat dengan nilai nominal Rp.30.000 per orang yang dilangsungkan oleh keluarga dermawan H Syaichon di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Pasuruan.

Keluarga Syaichon yang mengatur para penerima zakat masuk satu per satu ke dalam halaman rumahnya, akhirnya membuat ribuan orang yang terkonsentrasi di sebuah gang tak bisa bergerak, bahkan orang yang pingsan pun tidak bisa keluar. Puncaknya adalah : 21 orang tewas! Makin jelas bagi kita, seperti apa rupa kemiskinan yang terjadi di negeri ini. Jelas bukan seperti yang dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang
mengklaim angka kemiskinan di Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 10 juta jiwa selama pemerintah Indonesia dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jika sebelumnya angka kemiskinan mencapai 40 juta jiwa, saat ini jumlah penduduk miskin di Tanah Air diperkirakan berjumlah 30 juta jiwa.

Kemiskinan tak lagi menjadi mimpi buruk. Ia telah benar-benar menjelma menjadi barisan manusia-manusia tak berdaya yang hadir di mana pun ada remah-remah rezeki, termasuk di rumah keluarga H Syaichon. Ya, mereka adalah para fakir miskin yang berniat menerima zakat. Sekali lagi zakat, sebuah terminologi yang di dalamnya mengandung kemulyaan hidup berupa kasih sayang terhadap sesama lewat tindakan berbagi. Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam. Secara harfiah zakat berarti tumbuh", "berkembang", "menyucikan", atau "membersihkan". Sedangkan secara terminologi syari'ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan. Si pemberi zakat jelas orang mampu secara material. Orang yang memiliki niat dan tindakan luhur untuk berbagi dengan sesama dan berharap pahala dari Allah. Adapun si penerima zakat di antaranya adalah mereka yang Fakir, yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. Mereka yang Miskin, yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup. Secara teoritis, kemiskinan bisa dipahami sebagai gambaran kekurangan materi yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.

Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Entah gambaran seperti apa yang tepat untuk melukiskan kemiskinan yang
sedang melanda masyarakat kita. Gambaran-gambaran di atas boleh jadi telah cukup akurat, tapi melihat fakta yang ada, mungkin kata nekat perlu pula ditambahkan, termasuk nekat untuk mati demi tiga lembar sepuluh ribuan.

Kita percaya, sebagian besar yang datang ke rumah keluarga H Syaichon adalah orang-orang yang berniat mulia, berniat mencari sedekah untuk menyambung hidup, menyenangkan orang rumah untuk beli makanan atau membeli pakaian bekas. Kita juga percaya, Pak Syaichon tulus membagikan sebagian kekayaannya untuk para fakir miskin. Yang jadi soal, kenapakah ia membagi sendiri zakatnya itu kepada ribuan orang.

Mungkin benar pendapat Pengamat sosial, Prof DR M Ali Haidar MA, yang menilai musibah yang mengenaskan itu menunjukkan ketidakpercayaan orang yang berzakat kepada institusi yang menangani zakat. "Ketidakpercayaan itu mendorong orang yang berzakat langsung membagikan sendiri zakatnya," kata guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu. Maklumlah, salah satu "penyakit gawat" yang terus mewabah pada bangsa ini adalah hilangnya kepercayaan orang per orang dan kepercayaan orang terhadap institusi, termasuk institusi negara. Orang belajar pada pengalaman, itulah jawabnya. Pada hari-hari yang kita lewati, kian susah kita menemukan tauladan luhur dari para pemimpin bangsa ini. Yang kita dapati adalah contoh buruk bagaimana para tokoh yang mewakili kita justru bertindak deksura. Bagaimana para pemimpin yang mengatur
kehidupan bernegara kita hidup berfoya-foya. Dan, mereka yang kita percaya sebagai imam hidup kita justru membawa kehidupan makin suram.

Menyakitkan memang. Apalagi ini terjadi saat umat Islam sedang menjalani ibadah puasa. Apalagi ini terjadi di kala para tokoh sedang riuh rendah menawarkan janji-janji manis dalam rangka menghadapi pemilu 2009. Apalagi ini terjadi di bumi gemah ripah... loh kok begini. Hmmm, saya benar-benar tak mampu meneruskan ujar-ujar Jawa yang hebat mengenai negeri kita yang makmur jibar-jibur itu. Terlalu getir mendapati fakta sauadara-saudara kita tewas hanya untuk uang setara dengan harga tiga
bungkus rokok.(Kompas : RADITYA HELABUMI, Selasa, 16 September 2008 | 01:55 WIB)

more picture below.















Labels: ,

Baca Selengkapnya ...

18 September 2008

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT

Based on True Story

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali
merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu". Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata katanya "sudah yg keempat
kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anak mereka." Anak-anakku jikalau perkawinan dan hidup didunia ini hanya untuk nafsu, Mungkin bapak akan menikah tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit."

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada
suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa
apa-apa. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak
Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian )
adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit.

Labels: , ,

Baca Selengkapnya ...

Dasar Keharaman Menggambar Wajah Nabi Muhammad SAW

Memang ajaran bahwa kita diharamkan untuk menggambar wajah Nabi Muhammad SAW telah tertanam di benak kita sejak kecil. Mungkin kita sendiri juga saat itu tidak tahu, kenapa ya para ulama mengharamkan kita menggambar wajah Nabi yang amat mulia itu? Padahal orang-orang nasrani boleh menggambar wajah nabi Isa (mereka bilang Yesus), bahkan ada patungnya yang ditempatkan di rumah, gereja atau rumah sakit. Kenapa wajah nabi Muhammad SAW yang katanya bercahaya itu malah disembunyikan ?

Memang kalau digambarkan dengan wajah jelek, marah dan sangar seperti buatan kartunis Denmark yang mendadak tersohor, pasti kita tidak setuju. Tapi bagaimana kalau digambarkan dengan wajah yang ganteng, berwibawa, ramah, santun dan enak dilihat, kenapa masih juga dilarang?

Sebenarnya kenapa dan apa hikmah di balik larangan itu? Untuk menjawab masalah ini memang tidak gampang, walau pun juga tidak terlalu susah. Sederhananya, wajah nabi Muhamad SAW itu bagian dari ajaran Islam. Sebab kita telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjadi diri nabi Muhammad SAW sebagai rujukan dan sumber hukum. Bukan terbatas pada perkataan atau perbuatan saja, tetapi termasuk juga ciri-ciri fisik beliau. Kalau ciri fisik itu kemudian digambarkan lewat coretan lukisan oleh orang yang belum pernah melihat langsung, maka itu adalah kebohongan. Dan kebohongan atas diri nabi Muhammad SAW itu adalah dosa besar, bahkan disediakan neraka kepada orang yang bohong atas diri beliau.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berdusta tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka". (HR Muttafaqun 'alaihi). Maka dari itu, melukis wajah beliau SAW adalah sebuah dosa besar bagi kita yang tidak pernah berjumpa dengan diri beliau. Tapi seandainya dahulu ada sahabat nabi yang pernah melukis wajah beliau, dan seandainya saat itu Rasulullah SAW membolehkannya, maka pada hari ini kita boleh saja menggambar wajah beliau, asalkan merujuk pada gambar itu. Sayangnya, saat beliau SAW hidup, tidak ada seorang pun yang pernah melukis wajahnya, dan juga kamera foto belum lagi ditemukan.

Jadi itulah sebenarnya duduk masalahnya. Dan dengan masalah itu sebenarnya kita harus bangga. Sebab keharaman menggambar wajah nabi SAW justru merupakan bukti otentik betapa Islam sangat menjaga ashalah (originalitas) sumber ajarannya.

Originalitas Islam Yang Agung
Kita tahu bahwa salah satu ciri yang paling mendasar dari agama Islam ini adalah keterpeliharaannya dari segala penyelewengan. Dan masalah penyimpangan dan penyelewengan inilah yang telah bertanggung-jawab atas kehancuran semua agama yang pernah Allah SWT turunkan. Masih ingat bahwa Allah SWT sudah menurunkan 124.000 nabi dan rasul? Dari sekian banyak nabi itu, tentunya Allah SWT juga menurunkan agama dengan berbagai ajaran dan syariahnya. Tapi ke mana sekarang semua agama itu? Dan apa yang terjadi pada saat agama itu masih berlaku saat itu? Semua mengalami nasib yang sama dan tragis. Ternyata agama itu kemudian diselewengkan dan digonta-ganti isinya.

Bahkan lebih buruk lagi, mereka menulis sendiri dengan tangan mereka, sesuatu yang berasal dari hawa nafsu mereka sendiri, lalu dikatakan bahwa itu adalah firman dan perintah Allah. Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. Al-Baqarah: 75)

Maka ketika Allah SWT menghapus berlakunya semua agama tadi dan menggantinya dengan satu agama saja yaitu agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW, maka salah satu cirinya adalah bahwa agama itu tidak bisa diselewengkan, tidak bisa dipalsukan dan tidak bisa dihapus. Karena ada dua pilar utama yang abadi yang menjaga sendi-sendi agama itu, yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Keduanya telah ditaqdirkan oleh Allah menjadi pondasi dasar yang tidak akan bisa dipalsukan atau hilang. Dan salah satu bentuk buktinya adalah bahwa boleh dibilang secara ajaib di dalam sejarah Islam telah berkembang sistem kritik hadits.

Sistem kritik hadits inilah yang kemudian memastikan apakah klaim tentang diri Rasulullah SAW itu benar atau tidak. Kalau di dalam agama lain, Kristen misalnya, setiap orang berhak untuk bercerita tentang Yesus begini dan begitu, tanpa dasar dan bukti otentik, maka dalam Islam tidak pernah terjadi hal itu. Semua orang yang bicara tentang nabi Muhammad SAW baik terkait dengan ucapan maupun perbuatan beliau, bahkan termasuk bentuk fisiknya, harus mendatangkan bukti-bukti otentik sebagai landasan.

Bukti otentik itu haruslah berbentuk rangkaian jalur sanad yang panjang dan bersambung dari dirinya hingga ke diri para shahabat nabi bahkan hingga diri Rasulullah SAW, sebagi sumber utama. Siapa yang menyampaikan tentang perkataan Rasulullah SAW, atau pun perbuatannya, atau pun bentuk fisik diri beliau, tapi tanpa ada dasar sanad atau jalur periwayatannya, maka sudah disiapkan bagi tempat duduk di dalam api neraka.

Adalah Rasulullah SAW sendiri yang sudah mengancam semua orang agar tidak meriyawatkan apa pun baik tentang perkataan maupun perbuatan, dan termasuk sifat fisik beliau, kecuali dengan kepastian bahwa hal itu memang benar adanya. Bukan karangan, bukan hayalan, bukan pula imajinasi. Bahkan bukan katanya si anu atau si anu. Kalau pun ada disebutkan katanya si anu dan si anu, maka para anu itu harus dites dulu, apakah mereka itu benar-benar ahli di bidang periwayatan, ataukah mereka para pendusta.

Wallahu a'lam bishshawab,(Ahmad Sarwat, Lc)

Baca Selengkapnya ...

Dalam Munajatku..!

Tuhanku..!
Aku tidak melewati malam jika tangan ketundukan telah terpatri bersujud, bersimpuh dikeharibaan Agung-Mu. Mengharap kasih yang tiada bertepi mengais ridha yang luas dan tak berbatas menuju-Mu, meluahkan segala ronak kealfaan dan noda-noda dosa. Kumohon tangan-Mu meraih taubatku.

Tuhanku..!
Aku tidak membiarkan malam berlalu sunyi. Bila hati telah khusyu` merasakan manis cinta-Mu Malammalamku terasa ringkas kuhabiskan dengan cucuran airmata taubatku. Kau tak pernah lupa memelukku dalam dekapan karunia yang tak berpenghujung samudra ampunan-Mu maha luas.

Tuhanku..!
Selangkah kumenujumu, seribu langkah Engkau datang berjalan kumenghampiri, berlari Engkau membalas berlari kumengejar-Mu, Engkau amat sangat dekat padaku lebih dekat dari pikiranku Engkau menjelma dalam bentuk semangat cita cita, ungkapan dan prilaku Engkau Maha Menggenggam segala yang hidup.

Tuhanku..!
Cinta-Mu penghujung pengembaraan ini kabulkan penggalan episode hidup adalah menuju-Mu Bukankah puncak dari sebuah kehidupan adalah meraih cinta-Mu?
Jadikan hidupku untuk-Mu

Tuhanku..!
Ranting yang patahpun tak lepas dari pengawasan-Mu. Angin bertiup tanda tasbih seorang makhluk yang patuh. Dedaunan yang jatuh dimusim gugur mengucap syukur. Alasan apa bagiku untuk tidak menyebut asma-Mu? Desah nafas, detak jantung yang memompa darah kesetiap pembulunya nama-Mu tak pernah lepas dari dzikirku ia selalu hadir, dengan-Mu hati ini terasa tenang

Tuhanku..!

Kujadikan shalat dan sabar sebagai penolong bagiku. Bimbing hamba menuju jalan-Mu Jalan yang Kau anugerahkan nikmat pada mereka, bukan (jalan) orang yang Kau murka dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Amien.(oleh : Ibnu Bermawi, 11 Agust 08 18:36 WIB)

Labels: ,

Baca Selengkapnya ...

Fenomena 888

Angka 8 merupakan angka keberuntungan di dalam kepercayaan tradisi Cina karena penyebutan angka 8 (ba/baat) dalam bahasa Mandarin dan Cantonese hampir sama dengan kata "keberuntungan" (fa/faat). Tidak heran bahwa pada tanggal 8/8/08 ini banyak sekali di Indonesia maupun negara-negara lain di Asia yang melangsungkan pernikahannya dengan berharap pernikahan pada tanggal tersebut akan memberikan keberuntungan.
Bahkan Olimpiade di Beizingpun dimulai pada 8/8/08 pukul 8:08:08 pm.
Banyak contoh-contoh lainnya yang berhubungan dengan kepercayaan angka 8 ini. Di Hangzhou, Cina misalnya, seseorang berhasil menjual plat nomer A88888 dengan harga RMB 1.12 million (atau sekitar USD $160 ribu). Di Chengdu, China, nomer telpon 8888-8888 dijual dengan harga USD$270, 723. Beberapa contoh di atas membuktikan betapa percayanya mereka terhadap tradisi bahwa angka 8 adalah pembawa keberuntungan.
Fenomena seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada angka 8 saja. Di Amerika sendiri banyak hotel atau apartement yang tidak mempunyai lantai atau ruangan bernomer 13 karena banyak dari costumer mereka menganggap angka 13 adalah angka sial. Dan jika kita perhatikan lebih lanjut, banyak sekali fenomena serupa yang menganggap bahwa suatu angka, barang, jimat, kalung, posisi bintang, penangalan (hari/bulan) atau lainnya bisa membawa keberuntungan atau malapetaka.
Di dalam ajaran agama Islam mempercayai adanya unsur pembawa keberuntungan atau malapetaka tersebut adalah merupakan salah satu bentuk dari syirik (menyekutukan Allah). Kepercayaan kita kepada "Bad Omen" (pertanda buruk) dalam bahasa Arabnya disebut sebagah "Thiyaroh".
Ibnu Mas'ud pernah mendengar Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Thiyaroh (Bad Omen/pertanda buruk) adalah syirik! Thiyaroh adalah syirik!".
Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Nabi (S.A.W.) bersabda: "Barang siapa yang membatalkan rencananya (kepentingannya) karena Thiyaroh (pertanda buruk), maka dia telah berbuat syirik". Para sahabat bertanya: "Lalu apakah sebagai tebusannya?". Beliau menjawab "supaya dia mengucapkan... Ya Allah tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tiada sesembahan yang haq selain Engkau".
Tentunya kita harus berhati-hati dengan dosa syirik ini karena Allah (S.W.T.) tidak akan pernah mengampuni dosa karena syirik ini. Allah (S.W.T.) berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (Q.S. An-Nisa 4:48)
Dalam hadits riwayat Tirmidhi dikisahkan bahwa dalam perang Hunain banyak orang-orang Muslim yang baru saja masuk Islam dan mereka masih membawa kepercayaan jahiliyah. Mereka melewati pohon "Dhat Anwaar" yang mana pohon tersebut oleh orang-orang Musyrik biasanya digunakan untuk mengikat cabang-cabangnya ke senjata mereka sebagai "good fortune" (pembawa kemujuran). Beberapa orang-orang yang baru masuk Islam tersebut meminta Rasulullah (S.A.W.) untuk menunjuk pohon sejenis yang digunakan sebagai "Good Fortune" untuk Muslim. Rasulullah (S.A.W.) menolak dan berkata, "Subhanallah (Maha Suci Allah)! Ini adalah persis seperti apa yang diminta oleh Bani Israel kepada Musa: 'Wahai Musa! Buatlah untuk kami Tuhan sebagaimana mereka memiliki Tuhan-Tuhan'."
Subhannallah, dalam hadits tersebut bisa disimpulkan bahwa menganggap sesuatu benda akan mendatangkan "good fortune" (pembawa kemujuran) adalah seperti mengambil tuhan-tuhan lain selain dari pada Allah (S.W.T.).
Kesyirikan lain yang banyak terjadi adalah kepercayaan kita bahwa posisi Zodiak (bintang) akan mentukan nasib baik atau buruk sesorang. Rasulullah (S.A.W.) bersabda bahwa anggapan ini adalah salah satu bentuk dari kekafiran.
Pada suatu saat setelah shalat subuh yang mana pada malamnya terjadi hujan, Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda bahwa Allah (S.W.T.) berfirman, "Pagi ini sebagian dari hambaKu tetap sebagai seorang mukmin dan sebagian lagi menjadi kafir. Barang siapa yang mengatakan bahwa hujan adalah rahmat dari Allah maka ia telah beriman kepadaKu dan kafir terhadap bintang-bintang. Dan barang siapa yang mengatakan bahwa hujan turun karena bintang tertentu, maka ia telah beriman kepada bintang-bintang dan kafir kepadaKu." (H.R. Bukhari)
Penolakan seseorang Muslim kepada "Good Omen" (Pertanda Baik), "Bad Omen" (Pertanda Buruk), ataupun "Good Fortune" (pembawa kemujuran), insya Allah akan menjadikan orang tersebut langsung masuk Surga tanpa di-'hisab' (ditimbang).
Ibnu Abbas pernah mengkisahkan bahwa Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda, "Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa di-'hisab' (ditimbang amal baik dan kejahatannya) ataupun dihukum" Setelah berkata demikian Rasulullah (S.A.W.) masuk ke dalam kamarnya. Orangpun mulai menduga-duga, siapakah gerangan ketujuh-puluh ribu orang tersebut. Sebagian menduga "Mungkin mereka yang terus menemani Rasulullah (S.A.W.)." Sebagian lagi menduga "Mungkin mereka yang dilahirkan sebagai muslim dan tidak pernah berbuat syirik terhadap Allah dalam beribadah." Mendengar hal ini Rasulullah (S.A.W.) keluar dan menjelaskan bahwa "Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah melakukan Ruqiah maupun meminta Ruqiah dilakukan kepadanya, mereka juga tidak percaya pada pertanda-pertanda (pertanda baik/buruk), akan tetapi mereka bertawakal kepada Allah." (H.R. Bukhari)
Mudah-mudahan kita termasuk salah satu dari 70 ribu orang-orang yang langsung masuk Surga tanpa di-'hisab'. Dan apabila kita ditimpa musibah cukuplah kita berkata, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun."
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun'. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Q.S. Al-Baqarah 2:155-157)(oleh : Abu Zaid 13 Agu 08 15:55 WIB)

Labels: ,

Baca Selengkapnya ...

Si Pengacau Yang Meluruskan Arah Kiblat Kami

Seorang berwajah sangar, dengan badan dipenuhi tattoo menjadi pendatang di sebuah desa. Mantan pelaut yang masih doyan mabuk ini kontan jadi pusat perhatian masyarakat sekitarnya. Pengacau yang harus diluruskan, begitu kira-kira, ia dicap oleh mereka. Seorang tokoh agama kemudian ditunjuk untuk urusan itu. Di sebuah mesjid, ketika sedang diajar sholat, tak sengaja kompas (penunjuk arah) milik si begundal ini terjatuh. Disini awal ceritanya. Kompas itu menunjukkan bahwa arah kiblat yang selama bertahun-tahun ditunjukkan oleh mesjid itu ternyata salah. Si Ustazd terperangah tak percaya. Berita menggemparkan ini membuat para pemuka masyarakat dan agama serentak mengadakan pertemuan mendadak. Malu bercampur cemas menguasai hati dan wajah mereka. Betapa tidak, seorang pemabuk meluruskan arah kiblat mereka !!

Anda benar. Ini hanya sebuah adegan dari serial televisi di Bulan Ramadhan. Menarik, menggelitik sekaligus dalam akan makna. Jika kita mau sekedar menolehkan pandang kita kebelakang kejadian serupa ini mungkin pernah terjadi pada kita. Seseorang 'pengacau yang menjengkelkan' yang tiba-tiba saja dikirim kedalam hidup kita. Otomatis, hidup kita akan sangat terganggu oleh karenanya. Akan tetapi…(meminjam kalimat favorite Pak Timbul Srimulat)…pernahkah kita bayangkan, atau lebih tepatnya, beranikah kita membayangkan bahwa Si Pengacau itu adalah karunia yang terselubung kain kotor ? Malaikat penjaga berpakaian pengemis ? Emas dalam kumpulan kotoran sapi ? dan seterusnya dan seterusnya….

Dulu ketika bekerja sebagai Staff IT di sebuah bank swasta terbesar dengan teknologi terdepan di Indonesia, kami pernah mengalami sesuatu yang lucu. Saat itu kami baru saja selesai membangun sebuah infrastruktur Internet Banking yang sangat canggih. Sungguh pekerjaan spektakuler yang patut dibanggakan. Memindahkan mesin ATM kedalam genggaman mouse nasabah, begitu kira-kira visinya. Ditinjau dari sisi manapun aplikasi itu sangatlah luar biasa. Jangankan fiture, system securitynya pun sempurna. Tetapi sesuatu terjadi, seorang pengacau datang. 'Si Pengacau' ini membeli beberapa domain yang mirip dengan domain kami, misalnya 'klik' dengan 'kilk' dan mengcopy halaman depan tampilan Internet Banking kami. Sungguh percobaan yang sederhana. Ide dasarnya adalah 'iseng' menangkap kesalahan ketik yang mungkin dibuat oleh pengunjung web site kami. Hasilnya : ia berhasil mengantongi puluhan userid dan password(PIN) nasabah. Untunglah Si Pengacau ini tidak bermaksud mengacau dalam arti sebenar-benarnya. Tetapi kemunculannya dan apa yang ia lakukan, sempat membuat kami merah padam. Malu bercampur marah. Akhirnya berkat Si Pengacau itu pula, akhirnya kami berbenah dan mempersiapkan Internet Banking kami jauh lebih baik lagi. Ternyata pengacau itu sekarang lebih mirip Sang Pahlawan daripada sekedar begundal biasa.

Kejadian lain. Terjadi ketika bisnis investasi agro, termasuk tipu-tipuannya, sedang booming. Waktu itu ada tawaran investasi di sektor kayu jati. Keuntungan menggiurkan (sebenarnya kalau mau dipikir-pikir cendrung tidak masuk akal). Paket investasi : 40 juta. Sepakat dengan istri, pada hari yang ditentukan, akad investasi akan dilakukan. Tetapi Si Pengacau datang. Buku bank kami tiba-tiba saja hilang dan ketika mengurus terjadilah masalah yang berkepanjangan. Karena sampai saat yang ditentukan masalahnya belum kelar, dengan penuh geram, investasipun terpaksa dibatalkan. Apa yang terjadi kemudian ? Seminggu setelah kejadian itu ternyata penipuan berkedok investasi agro itupun terbongkar. Ternyata 'kekacauan' itu justru menyelamatkan kami dari keputusan yang akan kami sesali seumur hidup.

Nah bagaimana dengan Anda ? Anda tentu pernah mengalami kejadian-kejadian konyol seperti itu bukan ? Nah, mari kita saling mengingatkan. Jika tiba-tiba saja 'sebuah kekacauan', entah apapun wujudnya, kecelakaan, kecopetan, kebangkrutan, PHK dan lain sebagainya atau 'seorang pengacau' entah itu mertua, menantu, anak, pembantu, teman kerja atau siapapun dia, yang begitu menjengkelkan, menguras energi bahkan memuakkan, marilah kita sama-sama mengimani bahwa itu semua adalah karunia, yang sengaja dikirimkan kepada kita. Semata-mata supaya membersihkan diri kita dan membuat hidup kita jauh lebih berarti. Karena Dia, Sang Khalik, seringkali mengirimkan malaikat-Nya dalam wujud yang sama sekali tidak kita duga. Mata yang lain, hanya itu yang kadang kita perlukan, untuk melihat kasih dan kemuliaan-Nya. Bagaikan 'begundal tengik' yang akhirnya meluruskan arah doa-doa kita yang sebelumnya melenceng. (***) Selasa, 2008 September 16 by MTA -Made Teddy Artiana-

Labels: ,

Baca Selengkapnya ...

10 tanda cinta dalam perkawinan

The Sign of Respect

Bisa ditebak kalau cinta suami istri tak akan bertahan lama tanpa adanya sikap saling hormat di antara mereka. Agar tak gagal menunjukkan sikap menghargai pasangan, hindari kata-kata maupun tindakan bernada pelecehan, misalnya sering melontarkan penghinaan/kritik tajam, bersikap kasar, dan cenderung mengobral humor/lelucon yang menelanjangi pasangan di hadapan orang lain, termasuk di depan anak-anak. Jadi, aturan dasar mengenai sopan santun ini pegang peranan penting dalam mempertahankan bara cinta.

The Sign of Words

Tak bisa dipungkiri bahwa cinta suami istri perlu dipelihara agar senantiasa tumbuh. Ibarat tanaman, cinta pun akan meranggas dan akhirnya mati kering kalau jarang disirami dengan rangkaian kata-kata/perbuatan yang mengungkapkan cinta. Di antaranya kata-kata yang mengandung makna terima kasih, penghargaan, kekaguman, simpati, hiburan dan dorongan semangat. Seseorang yang tak pernah mengutarakan betapa ia mencintai istri/suaminya, suatu saat pastilah akan menyadari ia sudah kehilangan power untuk mencintai dan dicintai.

The Sign of Gifts

Di mana ada cinta, pastilah terkandung keinginan untuk memberi yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Salah satu prinsip cinta adalah bahwa perasaan ini harus dinyatakan, dan salah satu bentuk pernyataan yang paling efektif adalah pemberian hadiah. Tidak perlu mahal atau
wah, yang penting menyiratkan pengertian sekaligus bersifat tak terduga. Jadi, bukan semata-mata karena tradisi atau kebiasaan rutin belaka, melainkan penuh kejutan dan mampu membangkitkan kebahagiaan khusus dalam diri penerimanya.

The Sign of Companionship

Secara naluriah, cinta akan mendorong masing-masing pihak untuk saling memberikan tanda cinta yang secara implisit muncul dalam keinginan untuk lebih mengenal, bersatu dan senantiasa bersama. Sayangnya, setelah lama menikah, suami istri sering lalai menunjukkan perhatian dan keinginan untuk menjalin persahabatan. Bahkan tak jarang mereka berusaha menghindari kebersamaan. Meski masih tetap makan di meja yag sama dan tidur di ranjang yang sama pula, masing-masing terkadang lebih suka menghabiskan waktu senggangnya sendiri di tempat lain yang dianggap lebih mampu memberi kebahagiaan.

The Sign of Appearance

Boleh dibilang penampilan memiliki kontribusi dalam menguatkan perasaan cinta seseorang atau malah memudarkannya. Tak berlebihan kalau istri wajib menjaga daya tariknya bagi suami.
Begitu juga sebaliknya. Tak ada alasan uang terbatas atau waktu habis oleh urusan keluarga.

The Sign of Preference

Jangan anggap sebelah mata kalau ada yang mengatakan bahwa dalam perkawinan, secara nyata suami harus bisa menunjukkan ia lebih menyukai istrinya ketimbang perempuan mana pun di dunia. Begitu juga sebaliknya. Seorang suami yang lebih menunjukkan perhatian pada ibunya,
boleh dibilang gagal mencintai istrinya. Perhatikan juga suami/istri yang lebih senang berada di luaran menggeluti kesibukan kerjanya. Biasanya hubungan semacam ini akan membuahkan percekcokan dan peluang ketidaksetiaan.

The Sign of Responsibility

Begitu memasuki perkawinan, suami dan istri dituntut memikul tanggung jawab yang tidak ringan terhadap keluarga yang mereka bentuk. Mahligai perkawinan bisa hancur berantakan kalau masing-masing mengabaikan tanggung jawab yang telah disepakati bersama.
Semisal suami hanya menghamburkan-hamburkan penghasilannya untuk bersenang-senang sendiri atau semata-mata repot mengurusi "upeti" bagi keluarga besarnya. Begitu juga tanggung jawab yang mesti dipikul bersama saat mereka sudah mendapat momongan. Kalau tanggung jawab ini sepenuhnya diserahkan kepada istri, suami tak perlu protes bila sang istri lebih mencintai anaknya ketimbang dia.

The Sign of Sacrifice

Cinta sejati pastilah akan mewujud dalam bentuk pengorbanan untuk lebih mengutamakan suami/istri. Dengan semangat berkorban, sifat egois atau keinginan mendominasi pasangan, pasti bakal tersingkir. Masing-masing pihak akan terpanggil untuk mendengarkan pendapat dan mengutamakan kepentingan pasangannya. Salah satu bentuk pengorbanan yang paling nyata adalah kesediaan memaafkan/mengampuni pasangan. Bagaimanapun, suami/istri kita tetaplah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan.

The Sign of Religion


Tak bisa disangkal hanya agamalah yang mampu memberikan kepenuhan cinta. Nilai-nilai agama pula yang sanggup memposisikan manusia lebih tinggi dan lebih mulia dari makhluk lain. Agama juga yang mampu selalu menghadirkan motivasi dalam bentuk tindakan praktis bagi suami istri untuk menjalani biduk perkawinan selama bertahun-tahun. Seseorang yang tidak melandaskan perkawinannya pada kehidupan agama kemungkinan besar cintanya tak akan bertahan lama.
Berbekal agama pula, yang bersangkutan umumnya akan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

The Sign of Sex

Di antara sekian banyak aspek penting dalam perkawinan, seks menjadi salah satu aspek yang mampu menghidupkan api cinta. Namun patut diingat, seks dalam perkawinan haruslah merupakan ungkapan cinta terhadap suami/istri dan sarana untuk memperoleh
keturunan. Penyimpangan tujuan seks hanya akan membunuh cinta suami istri sekaligus menjadi beban masalah bagi perkawinan.

Labels:

Baca Selengkapnya ...

25 July 2008

IKHWAL FILLAH

Untuk (Calon) Suami ....
Pernikahan atau perkawinan,
Penyingkap tabir rahasia.

Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah
Apalagi secantik Zulaikha

Justru Istrimu hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Menjadi solehah...

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama.

Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan,
Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh...
Amin
=============================================================================
Untuk (Calon) Istri....
Pernikahan atau perkawinan,
Membuka tabir rahasia.

Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad SAW,
Tidaklah setaqwa Ibrahim A.S,
Pun tidak setabah Ayyub A.S,
Atau pun segagah Musa A.S,
Apalagi setampan Yusuf A.S.

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh.....

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama.

Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati an ggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya..

Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,

Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,

Cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi solehah,

Amin.

________________________________

Allah ghayatuna

Muhammad ar Rasul qudwatuna

Al Qur'an nur Karim dusturuna

Al Jihad sabiluna

Syahid asma'amanina

Baca Selengkapnya ...

19 June 2008

NAFSU YANG TIDAK PERNAH KENYANG

Sebagian orang berkata bahwa orang yang perutnya lapar bisa berbuat nekad. Padahal kita tahu bahwa orang yang perutnya lapar itu tidak mempunyai energi dan dorongan untuk berbuat jahat atau pun nekad. Apakah menurut Anda perampokan dan korupsi itu dilakukan oleh orang-orang yang perutnya lapar? Justru kejahatan itu dilakukan oleh orang-orang yang perutnya kenyang, hanya saja mereka takut lapar.

Ada suatu kata-kata bijak yang mengatakan bahwa jika hawa nafsu masih bergejolak, berarti Anda belum cukup lapar untuk makan kembali. Dan yang lainnya berkata bahwa jika perut Anda kenyang, maka hawa nafsu menjadi lapar; dan jika perut Anda lapar, maka nafsu akan menjadi kenyang.

Seseorang yang perutnya kenyang akan memiliki energi lebih besar. Jika tidak dibantu iman yang kuat, maka aqal akan kalah bersaing dengan nafsu dalam mempengaruhi fikiran. Fikiran yang telah dipengaruhi hawa nafsu itu akan berfikir mengenai duniawi semata berupa makanan, pakaian, perhiasan, rumah, kendaraan, harta dan kesenangan duniawi lainnya. Seseorang yang aqalnya dikalahkan nafsu akan berfikir dengan cara yang cenderung negatif dan menghasilkan ide jahat dan zhalim. Seperti kata para Imam terdahulu bahwa banyak makan dapat melemahkan aqal.

Orang yang perutnya lapar, maka nafsunya akan menjadi kenyang dan puas. Sehingga nafsunya tidak akan bersaing dengan aqal dan tidak mencemari fikiran. Rasul juga mengajarkan kepada kita agar kita berdoa: “Ya Allah, lindungilah aku dari hati yang tidak khusyu, dari hawa nafsu yang tidak pernah kenyang, dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”

Jadi, bukan orang yang perutnya lapar yang bisa berbuat nekad, melainkan orang yang hawa nafsunya lapar. Namun, hawa nafsu yang terus diikuti akan menjadi terlatih dan kuat. Sehingga ia tetap dapat mempengaruhi fikiran orang yang perutnya lapar. Maka cara efektif untuk mendidik nafsu adalah dengan memperbanyak lapar.

Labels: ,

Baca Selengkapnya ...

17 June 2008

ADA APA DENGAN AIR ?

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah `Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (QS. Huud: 7)

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS. Al-Mu`minun: 18)
Dalam Al-Qur`an, Allah menyebut kata ‘air’ sebanyak 51 kali. Dan tidak satu ayat pun yang menyatakan bahwa Allah ‘menciptakan air’, justeru sebanyak 25 ayat menyebutkan bahwa Allah ‘menurunkan air dari langit’. Ini menunjukkan bahwa air itu tidak diciptakan di bumi. Bahkan ada 4 ayat yang secara tegas menjelaskan bahwa Allah ‘menurunkan air dari langit kemudian menghidupkan bumi setelah bumi itu mati sebelumnya’ dan beberapa ayat lainnya menyatakan bahwa Allah ‘menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghijaukan bumi dengan sebab air itu’. Hal ini menunjukkan bahwa dahulunya, bumi tidak mengandung air dan kehidupan. Tetapi kemudian Allah menurunkan air dari langit dan menghidupkan bumi.

Saat ini kita telah mengenal suatu teori yang menyatakan bahwa bumi tidak mengandung air pada awalnya. Kemudian ada komet-komet yang mengandung es yang jatuh ke bumi. Komet-komet tersebut bergesekan dengan atmosfer dan menguap menjadi awan. Kemudian dari awan itu turunlah air hujan yang memiliki kemampuan ‘menghidupkan’. Hingga saat ini, air itu menetap di bumi. Prof. Higa telah meneliti mengenai Effective Micro-organism (EM), suatu mikro-organisme yang mampu ‘menghidupkan’. Selain air itu memiliki keberkahan, hado positif, energi positif, dan apa pun istilahnya, mungkin EM ini juga salah satu faktor yang menyuburkan atau menghidupkan bumi, yang mana EM ini juga terkandung dalam air yang Allah turunkan dari langit.

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran dan eksistensi Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (QS. An-Nahl: 65)

Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Hajj: 63)
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. An-Nur: 45)

Ayat di atas sama sekali tidak mendukung teori evolusi yang bersandar pada atheisme dan ‘peristiwa kebetulan’. Ayat tersebut menjelaskan bahwa segala macam hewan dijadikan oleh Allah dari unsur air. Bahkan manusia, selain ia diciptakan dari air sperma, manusia juga Allah ciptakan dengan 2/3 tubuhnya adalah air. Kita tahu, Al-Qur`an menjelaskan bahwa unsur pembentuk tubuh Adam adalah tanah liat yang tentunya mengandung air, lumpur hitam seperti yang saat ini keluar di Sidoarjo yang juga mengandung air, dan tanah-tanah lainnya yang mengandung air dan mineral lainnya. Dari campuran-campuran tersebut, maka jadilah tubuh Adam yang 2/3-nya adalah air. Kemudian Allah tiupkan roh dari-Nya, maka hiduplah Adam.

Dia (manusia) diciptakan dari air yang terpancar. (QS. Ath-Thariq: 6)
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (QS. Al-Mursalat: 20)


KEBERKAHAN AIR

Dari Anas ra berkata: Kami bersama Rasulullah saaw terperangkap hujan. Tiba-tiba Rasulullah saaw melepas bajunya, sampai-sampai beliau basah terkena hujan. Lantas kami bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau berbuat begitu?” Rasulullah saaw menjawab, “Karena hujan ini baru saja datang dari Tuhannya.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Lihatlah bagaimana Rasulullah saaw memandang hujan itu sebagai sesuatu yang mengandung rahmat dan keberkahan dari Allah, sesuatu yang oleh Masaru Emoto dikenal sebagai hado positif. Hado positif ini, selain dapat mempengaruhi kesehatan fisik, juga dapat mempengaruhi kesehatan jiwa seperti dijelaskan dalam Al-Qur`an, dimana air hujan dapat mensucikan hati dan jiwa dari segala penyakit hati dan juga membersihkan diri dari kotoran syaithon.

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu kotoran-kotoran syaithan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu). (QS. Al-Anfal: 11)


Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah: 6)

Allah mengajarkan bagi kita yang berhadas agar bersuci dengan air sebelum mendirikan shalat. Karena orang yang berhadas itu sedang dalam keadaan dimana ia kekurangan hado positif. Dengan hado positif dari air wudhu, diharapkan bahwa kita bisa mendapatkan keni’matan ketika sholat berupa akses langsung kepada sumber energi alam semesta, yaitu Allah. Melalui sholat yang khusyu, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat. Satu lagi rahasia Ilahi telah terungkap. Maka bersyukurlah wahai Anda yang telah memeluk Islam, karena Anda telah berada di Jalan Lurus.

Sumber:
Al-Qur`an (2:22,74,164; 4:43; 5:6; 6:99; 7:57; 8:11; 11:7; 13:17; 14:32; 15:22; 16:10,65; 20:53; 21:30; 22:5,63; 23:18; 23:45; 25:48,54; 27:60; 28:23; 29:63; 30:24; 31:10; 30:8; 32:27; 35:27; 39:21; 41:39; 43:11; 47:15; 50:9; 54:12; 56:68,69; 77:20,27; 78:14; 80:25; 86:6)

The Secret Life of Water, Masaru Emoto

Labels: , ,

Baca Selengkapnya ...







About me

Powered by FeedBurner Add to Google Reader or Homepage

Unen - unen

"Carilah kekuatan di gelapnya malam, di sujud-sujud panjang, di syahdunya tilawah, di laparnya shaum. Sesungguhnya setiap hamba itu lemah dan hanya Alloh Ta'alaa Pemilik Kekuatan Sempurna"

"Sungguh unik pribadi orang beriman semua perkara yang ada padanya adalah baik. Jika bahagia dia bersyukur dan jika berduka dia bersabar dan itu baik baginya"

Empat Kunci kebahagiaan hidup :
  • Memelihara prasangka baik,
  • Menegakkan sholat malam,
  • Memperbanyak tilawah Al-Qur'an,
  • Ikhlas dan tawakal atas keputusan Alloh.

  • Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ( Khalifah 'Ali )

    Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ( Ibnu Mas'ud )


    My Photo


    Mybloglog


    My Links

    Blog Shoes Shop Blogger Indonesia Blog Tutorial    Kolom blog tutorial Blogger Jogja My Daily Thoughts
    Links to Site

    Aggregator

      blog-indonesia  Indonesia To Blog -Top Site KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Indonesian Muslim Blogger

    RSS Feeds

      Powered by  MyPagerank.Net Add to My AOL Receive IM, Email or Mobile alerts when new content is published on this site. Add to Pageflakes Subscribe in Bloglines Add MEDITATE | PERSONAL | PERENUNGAN to Newsburst from CNET News.com

    Make money online


    Ingin mendapat pengasilan dari web anda? Click button di bawah ini
    Text Link Ads

    Ayo Ngeblog


    BANTULKU


    eXTReMe Tracker

    Google