« HOME | Betapa rapuh diriku » | Sabar menghadapi cobaan » | Kasih sayang Alloh yang tak terhingga » | Alloh mengatur kebutuhan tiap makluk hidup » | Siapkah menghadapi sakaratul maut? » | Hadirnya empat malaikat » | Hadirnya malaikat maut » | Ruh manusia dihadapkan kepada Alloh Ta'alaa » | Tiga langkah jenazah keluar dari rumah » | Bumi dan alam kubur mengingatkan »

Hati yang lapang dan ikhlas

Datanglah seorang anak muda ke sebuah rumah sederhana yang ditinggali seorang kiai yang arif. Permuda tersebut menyampaikan beberapa kegundahan hatinya, segala persoalan hidup yang dihadapinya kepada sang kiai. Kiai itu hanya mengangguk-angguk dan kemudian dia beranjak dari tempat duduknya menuju ke dalam ruangan dalam rumahnya. Kiai tersebut menggenggam garam dan segelas air putih, kemudian garam tersebut di tuangkan dalam segelas air dan diaduknya hingga larut. Lantas menyuruh anak muda tadi meminum air dalam gelas yang sudah dituang garam dan menanyakan bagaimana komentar si pemuda. Pemuda tersebut mengatakan : “ Air ini terasa pahit… “ Kiai yang arif tersebut tidak berkata apa-apa hanya mengangguk-angguk, lantas mengajak si pemuda keluar menuju ke sebuah telaga yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Kemudian sang kiai menungkan segenggam garam kedalam telaga itu dan mengadukkannya beberapa saat. Lantas si pemuda disuruh mengambil air telaga tersebut dan meminumnya. Kiai tersebut menanyakan apa komentar pemuda itu setelah meminum air telaga yang telah di taburi garam. “Rasanya menyegarkan ….”

Lantas kiai yang arif tersebut memberi nasihatnya.”Semua permasalahanmu didunia ini tidak lebih bagai segenggam garam. Jika garam di taburkan dalam tempat sebesar gelas maka rasa air yang ada dalam gelas terasa pahit. Sebaliknya bila garam ditaburkan dalam sebuah telaga justru menyegarkan. Demikian juga dengan kegelisahan, masalah hidup dan kegetiran hidup dimanapun adanya tetap sama, namun semua tergantung tempat kita meletakkan semua masalah hidup kita tersebut, tempat sebesar gelas ataukah sebesar telaga. Jadi ketika seseorang meletakkan semua permasalahan hidup di dalam tempat yang luas yaitu dalam hati yang lapang dan ikhlas maka semua persoalan, kegetiran dan permasalahan hidup akan terasa menyegarkan.

Labels:

Links to this post

Create a Link


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...






About me

Powered by FeedBurner Add to Google Reader or Homepage

Unen - unen

"Carilah kekuatan di gelapnya malam, di sujud-sujud panjang, di syahdunya tilawah, di laparnya shaum. Sesungguhnya setiap hamba itu lemah dan hanya Alloh Ta'alaa Pemilik Kekuatan Sempurna"

"Sungguh unik pribadi orang beriman semua perkara yang ada padanya adalah baik. Jika bahagia dia bersyukur dan jika berduka dia bersabar dan itu baik baginya"

Empat Kunci kebahagiaan hidup :
  • Memelihara prasangka baik,
  • Menegakkan sholat malam,
  • Memperbanyak tilawah Al-Qur'an,
  • Ikhlas dan tawakal atas keputusan Alloh.

  • Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ( Khalifah 'Ali )

    Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ( Ibnu Mas'ud )


    My Photo


    Mybloglog


    Donate Me


    My Links

    Blog Shoes Shop Blogger Indonesia Blog Tutorial    Kolom blog tutorial My Daily Thoughts Kedungbrita Indonesia Kemarin
    Links to Site

    Aggregator

      blog-indonesia 

    RSS Feeds

      Powered by  MyPagerank.Net Add to Pageflakes Subscribe in Bloglines Add MEDITATE | PERSONAL | PERENUNGAN to Newsburst from CNET News.com

    Make money online


    Ingin mendapat pengasilan dari web anda? Click button di bawah ini
    Text Link Ads

    Ayo Ngeblog


    BANTULKU



    P a r t n e r

    Adsense Indonesia

    eXTReMe Tracker

    Google