« HOME | Satu anak penuh keunikan » | 80% kekerasan terhadap anak dilakukan orang tua » | Nabi Muhammad yang Umi » | Mbah adsense : brokencode » | Rasa takut penyebab trauma anak » | Memupuk rasa tanggung jawab anak » | Mengenal Alloh sejak dini » | Bagaimana merangsang kecerdasan majemuk anak » | Kerinduan pada Sang Kholiq » | Kisah seorang ibu »

Emosi bukan solusi

Seorang anak menangis ketakutan, sang ibu jengkel kemudian membentak, "Bisa diam tidak ?" Akibatnya si anak menangisnya semakin menjadi.
Kejadian di atas merupakan bentuk kejadian yang mencerminkan ketidakfahaman orang tua dalam memahami perilaku anak. Menurutnya, bentakan dapat menghentikan tangis anak.

Setelah diselidiki ternyata sang anak takut dengan bulu kemoceng yang dipegang ibunya. Mungkin ia mengira itu adalah bulu hewan buas seperti macan atau singa. Seharusnya yang dilakukan ibu tersebut adalah menjauhkan bulu itu darinya, menenangkan anaknya dan memberikan rasa aman dengan pelukan atau belaian. Kemudian memberikan penjelasan bahwa tidak ada yang berbahaya dari sebuah kemoceng.
Tanpa disadari, orang tua sudah melakukan tindak kekerasan. Dengan bentakan, anak merasa diabaikan dan tidak dimengerti. Ia berfikir kenapa orang tuanya tidak mau menolongnya, padahal ia dalam keadaan ketakutan. Bentakan memang dapat menghentikan tangis anak, namun bersifat sementara. Di lain waktu, bisa jadi ketakutan anak timbul kembali karena hal serupa.

Seringkali anak bisa mengungkapkan ketakutan, kekhawatiran ataupun kecemasannya lewat kata-kata. Orang tua dituntut untuk dapat mencari makna dari tingkah laku atau perasaan yang tersembunyi dari sang anak.

Bila kita sudah dalam penafsiran, lanjutkan dengan mengecek kebenarannya. Jangan biarkan penafsiran tersebut tetap menjadi sebuah penafsiran, karena hal tersebut dapat membuahkan kesalahfahaman. Pancing ia untuk menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan masalah tersebut secara singkat.
"Adek takut kemoceng yaa ?" Pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak dapat memudahkan ia untuk mengekspresikan perasaanya.

Mentertawakan ketakutannya atau mempermalukan di depan umum adalah hal yang perlu dihindari. Misalnya hindari kalimat seperti " "Masak cuma naik bangku saja takut" atau ketika bertemu dengan tetangga, kita berkata : "Putra saya yang bungsu ini takut pada ketinggian, kemarin waktu naik jet coster malah sampai pipis di celana"

Dengan perannya sebagai orang tua, seringkali kita merasa dapat mengubah perilaku atau sikap anak hanya dengan nasehat. Tetapi memberi nasihat melalui teladan jauh lebih efektif daripada sebuah kata-kata, karena anak-anak mempunyai daya imitasi (meniru) yang besar terhadap perilaku orang tua.

Trauma yang terjadi pada anak tidak bisa disamaratakan. Jangan menanyakan di hadapan anak, kenapa anak kita masih saja takut yang tidak beralasan terhadap gempa sedangkan anak tetangga sama-sama terkena musibah sudah sembuh dari ketakutannya.

Membandingkan dengan harapan anak kita dapat termotivasi untuk sembuh bukan jalan terbaik walaupun itu bisa dilakukan sebagai salah satu cara penyembuhan.

Akan lebih baik apabila ditanamkan kepercayaan diri bahwa ia bisa menangatasi ketakutan tersebut. Misalnya dengan pendekatan religius bahwa ia masih punya Alloh yang selalu melindungi dan menjaganya. Ia bisa berdoa agar Alloh mengabulkan permintaanya. Serta pemahaman bahwa anak tidak ada kejadian apapun yang dapat membahayakan dirinya kecuali diijinkan oleh Alloh.

Dalam proses penyembuhan traumanya, perlindungan khusus agar anak merasa aman memang sangat diperlukan. Akan tetapi ketika over protective atau terlalu memberi perlindungan dapat membuat anak memiliki ketergantungan kepada orang tua dalam proses penyembuhan trauma. Saat anak takut pada ketinggian karena pernah terjatuh, ia seringkali meminta orang tua untuk menemani. Orang tua pun menjadi khawatir sehingga senantiasa mendampingi anak seperti bodyguard.
Permintaan tersebut bukan tidak boleh dipenuhi, namun sesekali membiarkan anak sendiri perlu dilakukan untuk menumbuhkan kemandiriannya lepas dari trauma.

Kesalahan lain yang dilakukan orang tua dalam menangani trauma anak adalah memberikan janji yang muluk untuk menenangkannya. Misalnya dengan ucapan : "Nanti kalau nggak nangis lagi, adek dibelikan cokelat" Apabila janji di atas tidak dipenuhi, secara tidak sadar orang tua telah mengajari anak untuk berbohong. Ketika janji sudah senantiasa diutarkan, anak menjadi tidak percaya. Akibatnya tidak ada yang berkurang pada traumanya.

Menyuruhnya menceritakan kembali traumanya bukanlah hal yang bijaksana. Bagaimanapun juga trauma masa lalu anak memang tidak dapat dihilangkan dari ingatannya. Akan tetapi memberikan pemahaman kepadanya perihal trauma tersebut dapat menguatkannya agar dapat bangkit kembali.

Labels: ,

Links to this post

Create a Link


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...






About me

Powered by FeedBurner Add to Google Reader or Homepage

Unen - unen

"Carilah kekuatan di gelapnya malam, di sujud-sujud panjang, di syahdunya tilawah, di laparnya shaum. Sesungguhnya setiap hamba itu lemah dan hanya Alloh Ta'alaa Pemilik Kekuatan Sempurna"

"Sungguh unik pribadi orang beriman semua perkara yang ada padanya adalah baik. Jika bahagia dia bersyukur dan jika berduka dia bersabar dan itu baik baginya"

Empat Kunci kebahagiaan hidup :
  • Memelihara prasangka baik,
  • Menegakkan sholat malam,
  • Memperbanyak tilawah Al-Qur'an,
  • Ikhlas dan tawakal atas keputusan Alloh.

  • Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ( Khalifah 'Ali )

    Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ( Ibnu Mas'ud )


    My Photo


    Mybloglog


    Donate Me


    My Links

    Blog Shoes Shop Blogger Indonesia Blog Tutorial    Kolom blog tutorial My Daily Thoughts Kedungbrita Indonesia Kemarin
    Links to Site

    Aggregator

      blog-indonesia 

    RSS Feeds

      Powered by  MyPagerank.Net Add to Pageflakes Subscribe in Bloglines Add MEDITATE | PERSONAL | PERENUNGAN to Newsburst from CNET News.com

    Make money online


    Ingin mendapat pengasilan dari web anda? Click button di bawah ini
    Text Link Ads

    Ayo Ngeblog


    BANTULKU



    P a r t n e r

    Adsense Indonesia

    eXTReMe Tracker

    Google